Tampilkan postingan dengan label Blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blog. Tampilkan semua postingan

HMI: Lembaga Pencetak Peradaban


  • Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya, Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal. (QS. Az-Zumar : 18)
Himpunan mahasiswa Islam atau yang akrab dengan HMI. Organisasi yang dibangun di Yogyakarta oleh Lafran Pane dan rekannya telah ada sejak 65 tahun lalu (februari, 05-1947). HmI lahir dari rahim kemerdekaan, adik kandung bangsa Indonesia. Disini, di organisasi ini, Kita diajarkan tentang bagaimana berpikir rasional dan kritis. Kita mesti mempunyai landasan kerangka berpikir. Tidak serta-merta menerima mentah-mentah pemikiran atau konsepsi yang ada dan akan ada. Jika tidak, maka agama, pemikiran, konsepsi dan budaya hanya akan menjadi dogma. Persis, seperti yang dikatakan Karl Marx berabad silam. Dogma yang hanya menjadi pemaksaan, titipan dan warisan pemikiran dari neneka moyang belaka.
Anologi sebuah minuman, Kita tidak boleh menjustifikasi bahwa susu lebih nikmat ketimbang kopi, padahal Kita belum sama sekali mencicipi setetes saja kopi tersebut. Itu tidak berimbang, itu tidak adil. Kita tidak bisa menjustifikasi bahwa ajaran yang ini lebih benar ketimbang ajaran itu, tanpa mempelajari keduanya terlebih dahulu. Jangan terlalu cepat menyimpulkan. Darinya itu, metode komparatif perlu Kita lakukan. Sebuah metode yang memperbandingkan dua atau lebih obyek perbandingan. Itulah gunanya belajar, inilah gunanya membaca. Apakah sejauh ini, perkataan saya tidak rasional ? Jika konyol, mohon tinggalkan !  Jika Anda sepakat, mari Kita lanjutkan :
Sejujurnya, saya amat berterima kasih  kepada HmI yang telah memperkenalkan saya lebih akrab dengan buku. Membaca menjadi begitu penting. Setidaknya, hal ini yang membedakan manusia dengan binatang. Wahyu pertama Tuhan kepada Nabi Muhammad SAW. adalah perintah membaca (QS. Al-alaq: 1). Di HmI, kami bersaing dengan diri sendiri untuk lebih cerdas lagi. Parameternya sederhana, siapa yang lebih banyak daftar pustakanya, maka Ia yang lebih tampan. Jadi, Kita dinilai dari ketebalan bahan bacaan. Kami selalu ngiler dan sakau bila melihat ada buku tak bertuan. Jika gadget atau dompet Anda tertinggal di sekertariat HmI, tenanglah itu tidak akan hilang. Tapi, jika buku Anda yang tertinggal. 1, 2, 3 detik pasti sudah raib disambar makhluk tak halus. Hingga-hingga muncullah sebuah pepatah baru : ” Sebodoh-bodohnya orang yang meminjamkan bukunya, lebih bodoh lagi peminjam yang mengembalikan buku pinjamannya “.

HMI adalah lembah pencetak peradaban. kita ditempa untuk menjadi kader yang cerdas dengan buku dan analisa. Yang lain bisa bermain domino, tapi kami merencanakan efek domino sebuah revolusi. Yang lain bisa galau di media sosial. Tapi kami galau jika melupakan realitas sosial. Kami percaya, islam bukanlah agama individualistis. Islam mengajarkan kepekaan sosial. Dibalik tanggung jawab pribadi, ada tanggung jawab sosial. Dibalik dosa pribadi, ada dosa sosial. Inilah alasan mengapa kami sering turun ke jalan. Atau paling tidak, melawan lewat kata.
Memang, tidak semua kader HMI adalah pahlawan-pahlawan bangsa. Ada juga yang ujung-ujungnya jadi koruptor. Tapi tidak sedikit kader HMI yang memberi andil untuk membangun peradaban, agama dan bangsa. Jusuf Kalla contohnya. Jangan karena segaris luka gores di kaki, kecantikan berubah menjadi keburukan. Hanya Tuhan yang Maha sempurna. Rasulullah SAW. bersabda : Islam itu tinggi, dan tiada yang dapat menandingi ketinggiannya (HR. Ad-daraquthni). Jadi, ajaran islam yang tinggi, bukan muslim (penganutnya). Lihatlah kemurnian dan kesempurnaan ajaran, bukan pada kader atau penganutnya. Adalah kesalahan berpikir, bila Kita berlaku over generalis. Islam dan HMI tidak akan rusak, seburuk apapun perilaku kader dan penganutnya. Intinya, pelajari ajarannya, bukan manusianya.
Masih banyak hal yang harus dipelajari oleh kader HMI, termasuk penulis. Basis Kita hanya tertuju pada politic oriented. Klimaksnya adalah jabatan dan politik di pemerintahan atau organisasi. Kita seakan melupakan Need for Achievementdan Need for Affiliate. Kita terlalu ambisi terhadap Need for Power. Pemimpin itu karakter bukan jabatan. Karakter yang dibangun oleh pribadi yang tak pernah berhenti belajar. Pemimpin adalah konsekwensi, bukan orientasi. Konsekwensi bagi pribadi yang selalu tulus mengabdi dan melayani. Kita juga masih jumawa di bidang agama. Sementara mandul pada disiplin ilmu masing-masing. Jika Kita bisa lebih prestatif dan aplikatif terhadap ilmu, Kita telah memenuhi janji Insan Cita. Insan akademis, pencipta, pengabdi, bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. Itulah tujuan Kita.
Manusia yang berilmu ditinggikan derajatnya dua kali lipat. Namun, manusia berilmu yang tidak mengamalkan ilmunya, pertanggung jawabannya juga dua kali lipat. Khittah perjuangan HmI dapat disimpul dalam tiga kata saja : Beriman-Berilmu-Beramal. Bulan ini adalah bulan cinta, Kita harus merayakannya. Karena pada bulan ini, Nabi Muhammad SAW. yang penuh cinta dan kasih sayang, dilahirkan. Bulan ini adalah bulan perjuangan. Kita harus menyerukannya. Karena pada bulan ini, Organisasi HMI yang tak kenal lelah berjuang, didirikan. Yakin usaha sampai. Allahumma Shalli ‘Aala Muhammad, wa aali Muhammad !
  • Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum   mereka mengubah apa yang ada dalam diri mereka sendiri. (Qs. Ar-Ra’d: 11).
Wallahu a’lam.

Informasi Lomba dan Seminar


Ayo Kawan-Kawan ada Ajang karya cipta inovasi digital, yang  merupakan bagian utama dari hajatan Indonesia ICT Award, sebagai bentuk apresiasi terhadap para pelaku TIK di seluruh tanah air, dan dibuka untuk berbagai kategori. Dapat diikuti oleh kalangan pelajar (SD, SMP, SMA/SMK), mahasiswa perguruan tinggi, maupun kalangan profesional.

Kategori yang dilombakan dalam INAICTA adalah :
-Kategori Creative & Innovative New Media (Triple Play)
-Kategori Digital Entertainment
-Kategori e-Gov Application
-Kategori e-Business & Industrial Application, Enterprise level
-Kategori e-Business & Industrial Application, SME level
-Kategori Research and Development (R&D)
-Kategori e-Inclusion
-Kategori Startup Company
-Kategori e-learning (Tools and contents)
-Kategori Student, SD
-Kategori Student, SMP
-Kategori Student, SMA/SMK
-Kategori Student, Perguruan Tinggi, Application
-Kategori Student, Perguruan Tinggi, Creative on New Media
-Applicative Robot: SD – SMA/K
-Applicative Robot: Perguruan Tinggi – Umum
-Exihibition: Green IT
-Exihibition: iTEEED (Indonesia Technology, Electronic, Entertainment, Education and Design)
-Exihibition: Applicative Robot

Pendaftaran Karya dibuka dari 28 Mei sampai dengan 2 Juli 2012

Contac Person :
Telp: 021 9828 8197, 9828 8717
Fax: 021 3512745, 384 5786
E-mail: sekretariat@inaicta.web.id

Download in PDF : http://mkmp.us/inaicta

Beasiswa UIN Malang

alquran.jpg (400×300)


Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Jawa Timur, membuka jalur beasiswa untuk semua jurusan bagi para penghafal Al Quran dalam penerimaan mahasiswa baru 2012. Dengan menghafal 10 juz Al Quran, calon mahasiswa sudah bisa meraih beasiswa tersebut. 

"Untuk tahun ini, UIN Malang membuka jalur beasiswa bagi calon mahasiswa penghafal Al Quran sebanyak 100 orang. Syaratnya hanya dengan hafal 10 juz Al Quran sudah bisa raih beasiswa itu," jelas Helmi Syaifuddin, Ketua SAR UIN Maliki Malang, Kamis (8/3/2012). 

Beasiswa tersebut adalah program Haiat Tahfidz Quran (HTQ) UIN Maliki Malang, yang khusus menjaring calon mahasiswa yang memiliki keahlian menghafal Al Quran.

"Model beasiswanya adalah bantuan dari kampus melalui tes mandiri prestasi," katanya. 

Proses tes mandiri tersebut, jelas Helmy, setiap calon mahasiswa di tes membaca dan menulis ayat Al Quran. "Kalau nantinya lolos tes hafal 10 juz Al Quran, maka otomatis akan mendapatkan beasiswa," ujar Helmi.

Tak hanya itu, setelah lolos mendapatkan beasiswa, calon mahasiswa akan dibina di asrama UIN Malang, agar terus hafal hingga selesai 30 juz. 

"Kalau terus berprestasi, akan terus diusulkan agar kembali dapat beasiswa tahun selanjutnya. Kalau malah tak berprestasi, tidak akan diusulkan dapat beasiswa lagi," katanya. 

Lebih lanjut Helmy mengatakan, selain beasiswa untuk penghafal Al Quran, UIN Malang juga telah bekerja sama dengan 9 pondok pesantren yang ada di Jawa Timur yang meluluskan santrinya tanpa ada ijazah formal. 

"Bagi santri lulusan pondok pesantren yang tidak memiliki ijazah pendidikan formal bisa diterima di UIN Malang, asal ada ijazah sekolah non formal yang dikeluarkan oleh pesantren yang bersangkutan," paparnya.

Sembilan pesantren yang sudah menjalin kesepakatan dengan UIN Malang itu, di antaranya, Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Nurul Jadid, Paiton Probolinggo, Al Amien Madura, Gontor Ponorogo.




sumber : Kompas.com

Pendaftaran SPMB-PTAIN (UIN / IAIN / STAIN)


SPMB-PTAIN adalah seleksi masuk Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (UIN / IAIN / STAIN) melalui ujian tertulis yang dilakukan serentak secara nasional bersama 52 PTAIN di Indonesia di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kehadiran SPMB-PTAIN diharapkan bisa menjadi media seleksi calon mahasiswa baru yang berkualitas secara akademis sehingga mampu mengikuti dan menyelesaikan pendidikan di PTAIN dan sebagai usaha perluasan akses pendidikan bagi manusia Indonesia serta dalam rangka menciptakan sistem penerimaan mahasiswa baru PTAIN yang valid dan handal sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan yuridis.

Pendaftaran Mahasiswa Bidik Misi mulai tanggal 1 Mei - 15 Juni 2012 (bertepatan dengan jadwal pendaftaran SPMB-PTAIN). Untuk informasi lain bisa diakses di menu Bidik Misi.
ALUR PENDAFTARAN
Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri





Sumber : www. spmb-ptain.ac.id

SBY-Boediono dan Program Kerja 100 Harinya

Refleksi 100 hari program kerja pasangan SBY-Boediono, tanggal 20 Oktober 2009 - 28 Januari 2010.

Kita sebagai masyarakat bangsa Indonesia tentu ingat dan hafal betul dengan tradisi janji-janji politik yang kemudian menjadi penarik massa untuk menjadikan calon sebagai pemimpin. Ada sebagian yang menaruh harapan besar terhadap janji tersebut, bahkan ada juga yang apriori dan cenderung acuh tak acuh. Namun, sebagai masyarakat yang telah lama menantikan Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat, adil dan makmur tentu menginginkan janji politik tersebut bukan hanya sebagai argumentasi politik saja, melainkan lebih ke wilayah praktek lapangan dan kebijakan yang mampu mewujudkan harapan masyarakat bangsa Indonesia.

Hal ini sama dengan Pemilu Presiden (Pilpres) 2009, dimana tampil sebagai pemenang adalah duet pasangan SBY-Boediono, menyingkirkan lawan-lawannya yaitu JK-Wiranto dan Mega-Prabowo. Dalam Pilpres, sebagai calon pemimpin bangsa ini harus mempunyai visi dan misi yang jelas terhadap pembangunan masyarakat dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Visi dan misi tersebut kemudian dijadikan landasan program kerja pemerintahan selama kurun waktu kepemimpinan.

SBy-Boediono dalam janji politiknya, menyebutkan 5 pondasi kebijakan sebagai desain pemerintahan 5 tahun mendatang. Dari 5 pondasi tersebut, dalam dokumen visi dan misi pasangan SBY-Boediono kemudian dikembangkan menjadi 13 program kerja pemerintahan. Program kerja tersebut antara lain:
  1. Melanjutkan program pendidikan nasional,
  2. kesehatan masyarakat,
  3. program penuntasan kemiskinan,
  4. menciptakan lebih banyak lagi lapangan kerja bagi Rakyat Indonesia,
  5. melanjutkan program pembangunan infrastruktur perekonomian Indonesia,
  6. meningkatkan ketahanan pangan dan swasembada beras, gula, jagung, dsb;
  7. menciptakan ketahanan energi dalam menghadapi krisis energi dunia,
  8. menciptakan good governmentdan good corporate governance,
  9. melanjutkan proses demokratisasi,
  10. melanjutkan pelaksanaan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi,
  11. pengembangan teknologi,
  12. perbaikan lingkungan hidup,
  13. dan pengembangan budaya bangsa.

Berkaitan dengan program kerja di atas, terjadi perdebatan yang sangat mencolok antara konsep ekonomi kerakyatan dengan ekonomi neoliberal, dimana kemudian pasangan SBY-Boediono memakai konsep "Jalan tengah" sehingga visi misi yang dilontarkan menjadi abstrak. Kenapa demikian? Dalam melaksanakan program, seorang pemimpin harus memiliki prioritas, karena dengan mengambil konsep "jalan tengah" seolah-olah ingin melepaskan diri perdebatan yang muncul. Secara paradigma memang ini berpengaruh terhadap pembangunan bangsa, namun yang menjadi permasalah di sini adalah pembangunan menjadi tidak populis dan cenderung memunculkan elitis-elitis baru.

Kemudian, dalam pidato pengukuhan SBY-Boediono sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 20 Oktober 2009, pasangan ini juga memunculkan tradisi yang sebelumnya juga pernah dilakukan dengan duet berbeda, yaitu program kerja 100 hari. Di antara program kerja 100 presiden tersebut adalah:
  1. Pemberantasan mafia hukum,
  2. revitalisasi industri pertahanan,
  3. penanggulangan terorisme,
  4. kesediaan listrik,
  5. peningkatan produksi dan ketahanan pangan,
  6. revitalisasi pabrik pupuk dan gula,
  7. penataan tanah dan ruang,
  8. peningkatan infrastruktur,
  9. peningkatan pinjaman Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Usaha Menengah,
  10. pendanaan,
  11. penanggulangan perubahan iklim dan lingkungan,
  12. reformasi kesehatan dengan mengubah paradigma masyarakat,
  13. reformasi pendidikan,
  14. kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana alam, dan
  15. koordinasi erat pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan di segala bidang.

Dalam pidato tersebut juga disebutkan bahwa, program kerja 100 hari adalah sebagai batu pijakan dalam pembangunan 5 tahun mendatang. Sepeti dilansir dari pidato tersebut, orientasi kebijakan pembangunan kabinet adalah pembangunan untuk semua dan bukan untuk kelompok serta golongan. Berkaitan dengan itu, SBY juga menyinggung upaya mencapai pembangunan untuk semua itu haruslah didukung oleh kerja kabinet yang profesional. Sementara, fakta menunjukkan berbeda. Adanya akomodasi jatah kabinet dari pihak lawan tentu mengisyaratkan aroma kompromi politik agar pemerintahan tidak diganggu di tengah jalan.

Meskipun ada banyak permasalahan lain, seperti sikap tempramental koruptif masih meraja lela, ganti pejabat ganti mobil dinas, mafia hukkum masih berkeliaran, proyek pembangunan ala kadarnya, dan sebagainya, tidak lantas menghilangkan makna dari program kerja 100 Presiden. Harapannya 100 hari tidak hanya menjadi angin lalu dan angin surga yang meninabobokan kita, masyarakat bangsa Indonesia.(*)


Abdul Muis

(Sekum HMI Korkom UIN Malang, Periode 2007-2008)

Integrasi Pendidikan Ala Pemikiran Kapitalisme

Oleh : Nurisul Ubbat*

Problematika mendasar dari bangsa Indonesia ini sebetulnya tidak terlepas dari beberapa masalah seperti pendidikan, kemiskinan, kesejahteraan dan pekerjaan. Dai semua permasalahan tertsebut pada akhirnya bermuara pada satu poros yaitu ekonomi. Hal tersebut tidak terlepas dari tingkat kepentingan keempat permasalahan tersebut dalam kehidupan manusia, bahkan tak ayal hal yang mendasar itu dijadikan sebuah landasan teori bagi para politikus dalam mencapai tujuannya dalam berpolitik dengan megnobral janji terkait dengan solving dari permasalahan yang mendasar itu.

Sungguh dramatis memang tapi itulah paradigma yang terjadi di bangsa kita yang dewasa ini tidak terlalu kita hiraukan. Padahal jika hal ini kita biarkan berlarut-larut justru akan menimbulkan banyak permasalahan susulan yang secara simultan akan menghampiri negara Indonesia karena penyikapan awal yang dianggap kurang intensif dalam mengatasi masalah tersebut.

Pendidikan salah satu pondasi terbentuknya idiologi bangsa seharusnya bisa dijadikan penawar dari problematika yang ada. Hari pendidikan nasional yang selalu kita rayakan pada tanggal 2 mei merupakan salah satu contoh kecil tragisnya kehidupan pendidikan bangsa Indonesia, bagaimana tidak, sebuah ritual yang selalu kita rayakan tiap tahunnya sampai sekarang masih belum terasa pengaplikasiannya. Karena banyak problematika yang ada didalam lingkup interen pendidikan itu sendiri yang masih kita jumpai dan masalah itu merupakan masalah klasik yang mana satu sama lain memiliki hubungan yang sifatnya saling mempegaruhi. Pendidikan sampai saat ini masih dinilai sangat mahal bagi rakyat, pendidikan Indonesia masih jauh dari standar sehingga lulusan lembaga pendidikan kita masih dianggap kurang berkompeten dalam menyikapi era global, era dimana kita harus menghadapi sebuah pemikiran bahwasannya kita tidak boleh jadi objek atau korban dari perubahan itu melainkan kita harus bisa menjadi yang menentukan perubahan itu.

Salah satu contoh real dari ralasi antara problematika itu adalah adanya hubungan saling mempengaruhi antara sistem pendidikan dengan sektor kesehatan, sebagaimana kita tahu pendidikan di Indonesia yang orientasinya ke dunia kesehatan sangatlah mahal, jurusan kedokteran yang menjadi jalan seorang mahasiswa dalam meraih cita-citanya dimasa akan datang harus dibayar dengan tidak sedikit materi dan secara tidak langsung hal itu membuktikan bahwa betapa sistem pendidikan kita masih sedikit menganut paham kapitalisme yang orientasinya hanya sebatas materi saja. Karena tanpa mereka sadar bahwa mekanisme tersebut apabila dibiarkan berlarut-larut akan menciptakan sebuah pemikiran terhadap para sarjanawan muda dibidang kesehatan merasa harus mengembalikan banyak uang yang telah ia keluarkan dalam masa studinya sehingga polemik yang akan dihadapi rakyat yang terbaru adalah mahalnya pengobatan dan hal itu akan sangat membebani rakyat. Dan itulah system yang masih kita anut sampai sekarang, ideologi dokter kita masih hanya terbatas materi saja tanpa memikirkan hidup sosialnya.

Sistem pendidikan negara kita butuh banyak belajar dari negara-negara di Arab. Sedikit membandingkan salah satu negara disana menganut sebuah mekanisme dimana jurusan yang berorientasi ke bahasa dan sastra lebih mahal dari jurusan yang berorientasi ke dunia kesehatan. Dan dampak yang ditimbulkan dari itu adalah tidak akan adanya sebuah pemikiran bahwasannya para sarjanawan dibidang kesehatan tidak harus berambisi untuk mengembalikan uang pendidikannya dan polemik mengenai kesehatan yang dinilai mahal bisa dituntaskan. Apakah negara kita akan terpaku dengan ideologi yang menggambarkan sebuah sistem kapitalisme bagi para pelakunya namun mereka tidak pernah menyadarinya.


*: Kader HMI SAINTEK UIN Malang, Angkatan LK-1 Tahun 2009
Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika 2009 UIN Maliki Malang

Download "Buku Ilusi Negara Islam"

Buku Ilusi Negara IslamIndonesia, ditinjau dari sejarahnya memang sudah terbentuk dari berbagai ragam budaya, etnis, suku, ras, dan agama. Maka dari itu, konsep negara republik merupakan suatu manifestasi politik yang sangat tepat untuk Indonesia, baik untuk saat ini dan ke depannya masih menjadi republik.

Namun, belakangan ini ada sebuah gerakan yang kemudian mengatasnamakan Islam sebagai jargon politik untuk kepentingan kelompok tertentu. Kita tentu pernah mendengar gerakan Pan Arabisme, ataupun Kristenisasi yang berusaha mengubah atau bahkan memaksakan ssesuatu menjadi sama, entah itu agama, keyakinan ataupun norma-norma. Hal ini kemudian coba dibangkitkan lagi dengan gerakan radikal seperti Hizbut Tahrir, FPI, dan Organ sejenisnya yang dimana ujung-ujungnya kekuasaan dan menguasai.

Untuk lebih jelasnya mengenai alur-alur dari sistemika yang dijalankan ini, silahkan download buku ini di sini.

Download

Ada Bagi-bagi Kue dalam Kongres PAN, Benarkah??

Partai Amanat Nasional, atau yang akrab disebut PAN baru-baru ini sedang mengadakan suksesi (Kongres) kepemimpinan dan baru berakhir tadi. Adapun hasil dari proses suksesi tersebut menempatkan Hatta Radjasa sebagai Ketua Umum Partai berlambang matahari tersebut. Kemenangan Hatta Radjasa seperti sudah bisa diduga sebelumnya, selain karena pamor dia yang notabene adalah menteri dalam kabinet SBY, iklan yang tertampang pun hanya dia seorang yang paling mencolok.

Namun, yang disayangkan dari proses demokratisasi dalam tubuh partai tersebut tidak berjalan seperti yang kita harapkan sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Hatta Radjasa terpilih secara aklamasi yang artinya dia sebagai calon tunggal dalam konres tersebut. Seolah di sini hanya menggambarkan bahwa sesungguhnya jargon demokrasi yang diusung parpol tersebut hanya sebagai slogan semata, hanya untuk menarik massa pemilih pada Pemilu.

Dalam proses tersebut juga bisa digambarkan bahwa betapa kita secara mental berdemokrasi masih belum siap secara keseluruhan, cenderung setengah-setengah. Masih ada calon yang sungkan, ciut dan bahkan intervensi yang sangat kuat menjadikan ajang kongres ini hanya sebagai rutinitas formal partai. Bahkan ada kabar yang juga menyatakan bahwa saingan terkuat dari Hatta Radjasa, yaitu Dradjad Wibowo otomatis menjadi Wakil Ketua Umum. Nah, sebagai masyarakat yang sudah tidak tabu lagi terhadap politik sudah pasti tahu apa sebenarnya yang terjadi. Apa benar ada bagi-bagi kue politik?

Download Buku “Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century" Full

Masih terkait dengan Buku “Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century", mungkin sebagian dari Anda masih penasaran dengan versi cetaknya. Dalam versi cetak dari buku tersebut, terdapat beberapa lampiran dan gambar yang dijadikan rujukan penulisan oleh si penulis.
Bagi yang penasaran, silahkan klik link download yang disajikan oleh kami. Sebagai insan yang bertanggung jawab terhadap terwujudnya masyarakat adil dan makmur, kami sengaja memberikan link download ini untuk pemerataan informasi dan juga berbagi ilmu.

Silahkan download buku ini di sini.

Download

Selamat Tahun Baru 2010

Segenap keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat SAINTEK UIN Malang, mengucapkan Selamat Tahun Baru, semoga di tahun yang baru kita dapat meningkatkan nilai hidup kita menjadi sebenar-benarnya Insan Cita.




HMI saintek Telah Kembali

Kini HMI saintek Telah Kembali dari persembunyiannya yang sejak kemarin susah di cari di kakanda Google. Setelah update dengan dua postingan terbaru dan uniq, akhirnya panggilan kami di dengarkan, hingga akhirya sang search enggine terkenal itu sudi untuk menampung kami kembali.

Kesedihan bukan hanya karena kehilangan orang yang dicintai, tapi kehilangan eksistensi blog kami hmi saintek di mata google juga merupakan hal yang menyedihkan pula.

Tidak ada banca'an atau semacam tasyakuran. Tapi kita coba untuk bersyukur dengan posting setiap saat. Mudah-mudahan dengan kembalinya blog kesayangan ini akan mampu menyemangati juga temen-temen kami untuk lebih bersemangat lagi berkecimpung di dunia keorganisasian HMI. AMin



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger