Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Refleksi jaman kehijauan


Ku susuri putih di hitamnya jalan.
Terkikis perlahan oleh warna-warna yang bergesekan.
Bercengkrama ku dengan puing-puing kejayaan.
Coba bebayang proyeksi jaman kehijauan.
Ku nikmati dongeng-dongeng ciptaanmu.
Buatku terseret mengharu biru.
Berjanji kakana ku padamu.
Kan ku hias kembali dunia ini layaknya dulu.

Tulisan Kehendak Tuhan

Bila kegalauan ini semakin berlanjut
Perasaan merasakan sesuatu yang tak pernah terasa
Di dalam hidup lahir batin
Kebingungan, kecemasan, kekhawatiran
Muncul tak hingga dalam hidup
Tak ada yang bisa menebak
Tak ada yang bisa menghapus
Tak ada yang bisa mencegah
Ntah mengapa…!!

Haruskah diungkapkan??

Kepada siapa??

Untuk apa??

Mengapa diungkapkan??

Bagaimana cara mengungkapkannya??

Namun…

Siapa yang harus menjawabnya??

Siapa yang harus menyelesaikannya??

Entah…

Sendiri

Sunyi

Hampa

Senyap

Pura-pura ceria

Pura-pura tenang

Pura-pura bisa

Serba pura-pura

Ketidakbisaan membuat kelemahan

Ketidakbisaan membuat tangisan

Ketidakbisaan membuat keterbatasan kemampuan

Sebuah pertanyaan memusingkan

hingga terjerembab dalam hamparan pening yang tak berpenghujung:

“dari mana Tuhan berasal”

sebuah kekuatan yang amat sangat dahsyat…

Kehampaan, kesunyian, dan kegelapan serta berlikunya jalan menuju pada-Nya

adalah sebuah kondisi dimana sepotong jiwa menggila yang karenanya

mengajak berpegang teguh pada kasih-Nya,

percaya dan yakin pada kehendak-Nya,

dan menerima sepenuhnya dengan tulus ikhlas

Hanya manusia yang merasa tak gila, yang menguak teriakan mendamba-Nya guna memberikan hasrat-hasrat menggebu akan dunia yang mengandung kesenangan, kehidupan lahir, nafsu, dan ketamakan yang mengiringi kemanjaan di pundak manusia hingga menggenggam kehidupannya yang menuhankan dunia

Sebagian manusia menguasai hidup

Sebagian lagi dikuasai hidup

Apa yang membuat kedua pernyataan itu berbeda??

Dia kau injak

Dia kau ludahi

Namun tak henti memberi kau makanan dan minuman

Dia…???

The will to do, the soul to dare

Go a head…

Dilianti



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger